Peran KRI Pasopati 410 Dalam
Pembebasan
Irian Barat, 1961-1963
Proposal
Penelitian
Mayang
Pramesti
X
IPS 3
19
Dinas
Pendidikan Kabupaten Sidoarjo
SMA
NEGERI 1 SIDOARJO
2016
DAFTAR
ISI
DAFTAR ISI………………………………………………………………... i
BAB 1
A. Latar
Belakang……………………………………………… 1
B. Batasan
Masalah……………………………………………. 3
C. Rumusan
Masalah………………………………………….. 3
D. Tujuan
Penelitian…………………………………………… 3
E. Kajian
Pustaka……………………………………………… 3
F. Manfaat
Penelitian………………………………………….. 6
G. Metode
Penelitian…………………………………………... 6
H. Sistematika
Penelitian………………………………………. 8
DAFTAR
PUSTAKA…………………………….…………………………. 9
BAB
1
Pendahuluan
A.
Latar
Belakang
Telah
kita ketahui, Indonesia telah di jajah oleh Belanda sekitar 350 tahun lamanya.
Alasan Belanda datang ke Indonesia adalah berdagang rempah-rempah yang
dihasilkan oleh Inodnesia. Dari berdagang itulah muncul niat untuk menguasai
Indoneisa karena kaya akan rempah – rempah yang saat itu harga rempah – rempah
di Eropa sangat mahal. Berbagai cara dilakukan Belanda untuk menguasai
Indonesia mulai dari mengadu domba para raja saat itu, memonopoli harga rempah
– rempah yang petani jual ke Belanda, hingga pada akhirnya Belanda menguasai
Indonesia.
Sampai
pada akhirnya Indonesia berhasil meraih kemerdekaanya dari Jepang karena Jepang
kalah perang dengan sekutu dan hancurnya Nagasaki serta Hirosima. Dengan
merdekanya bangsa Indonesia bukan semata-mata Indonesia tidak ada tanggungan
lagi. Ada satu tanggung jawab yang sama beratnya dengan meraih kemerdekaan
Indonesia yaitu, mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Salah
satu bentuk perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan adalah
prjuangan diplomasi, yakni perjuangan melalui meja perundingan. Ketika Belanda
ingin menanamkan kembali kekuasaannya ternyata selalu mendapatkan perlawanan
dari bangsa Indonesia. Oleh karena itu pemimpin Sekutu berusaha mempertemukan
antara pemimpin Indonesia dengan Belanda melalui perundingan – perundingan salah
satunya ialah Konferensi Meja Bundar ( KMB )[1]
yang akhirnya menghasilkan Trikora sebagai dampak dari Irian Barat yang
dijadikan ‘ Negara Boneka’ oleh Belanda karena tidak terselesaikannya
pemindahan Irian Barat ke Indonesia sesuai dengan hasil KMB yaitu satu tahun
setelah pengakuan kedaulatan. [2]
Dengan
dikeluarkannya Trikora maka mulailah konfrontasi total terhadap Belanda dan
pada bulan Januari 1962 pemerintah membentuk Komando Mandala Pembebasan Irian
Barat yang berkedudukan di Makasar. Dengan tugas pokok yaitu pengembangan
operasi-operasi militer dengan tujuan pengembangan wilayah Irian Barat ke dalam
kekuasaan Negara Republik Indonesia. Dalam operasi yang dipimpin oleh Jendral
Soeharto sebagai Panglima Komandan Mandala, tahap pertama dari operasi ini
adalah perencanaan penyusupan pasukan. Lalu dilanjutkan dengan merencanakan
serangan terbuka terhadap induk militer dan pos pos pertahanan. Setelah rencana
tersebut matang dilanjutkan dengan rencana penegakan kekuasaan RI di Irian
Barat secara mutlak. [3]
Indonesia
sebagai negara yang masih baru merdeka pastinya belum memiliki persenjataan
yang lengakap untuk melawan Belanda untuk merebut Irian Barat. Akhirnya
Indonesia membeli persenjataan, perlengkapan, dan perbekalan kepada Uni Soviet
senilai 2,5 milyar dollar AS dengan pembayaraan sistem kredit jangka panjang.
Dari pembelian itu Indonesia mendapatkan 12 kapal selam termasuk kapal selam
tipe Whiskey Class Pasopati 410. KRI Pasopati adalah kapal selam tahun buatan Uni Suviet tahun 1952 yang mulai
beroperasi sebagai kapal selam di jajaran TNI AL pada tahun 1962. KRI Pasopati
dengan nomor lambung 410 ini memiliki ukuran 76,6 meter, lebar 6,30 meter dan
mampu menyelam sampai kedalaman 300 meter dengan berat penuh 1.300 ton.[4]
Berangkat
dari latar belakang yang seperti itu, penulis ingin meneliti tentang KRI
Pasopati 410 dalam pembebasan Irian Barat tahun 1961-1963 yang turut berperan
aktiv di KORPS Hiu Kencana dala Operasi Trikora.
B.
Batasan Masalah
Dalam
penelitian ini penulis mengambil peran kapal selam ini dalam Operasi Trikora
sebagai batasan masalahnya. Ini dilakukan untuk memberikan focus penelitian yang
lebih terperinci dan detail. Dengan batasan masalah yang demikian, peran kapal
selam dan masuknya kapal selam ke KORPS Hiu Kencana ini lah yang menjadi
pembahasan saat Operasi Trikora terjadi.
C.
Rumusan Masalah
1. Apa
fungsi KRI Pasopati 410 dalam Operasi Trikora?.
2. Apa
alasan TNI AL untuk memasukkan KRI Pasopati 410 ke KORPS Hiu Kencana dalam
menjalankan Operasi Trikora?.
D.
Tujuan Penelitian
Dalam
penelitian ini tujuan yang ingin dicapai ialah menjelaskan dan menganalisis
mengenai peran KRI Pasopati 410 dalam pembebasan Irian Barat. Penelitian ini memberikan
alasan pemakaian KRI Pasopati 410 dalam
pembebasan Irian Barat. Dengan penelitian ini, akan menambah pengetahuan
serta pemahaman mengenai sejarah KRI Pasopati 410 dan perannya dalam Operasi
Trikora 1961-1963.
E.
Kajian Pustaka
Pustaka yang disertakan pada bagian ini adalah
beberapa tulisan yang berkaitan tentang KRI Pasopati 410 khususnya. Tinjauan
pustaka sangat diperlukan dalam penelitian ini untuk melihat perbedaan antara
penelitian yang akan dikaji dengan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya.
Adanya tulisan – tulisan tentang
Operasi Tikora dan KRI Pasopati 410 diantaranya adalah buku karya Sutarto[5]
dan B.V Sundari[6] mengenai perjuangan
merebut kembali Irian Barat dari Belanda melalui jalur konfrontasi militer.
Pada kedua buku juga membahas tahapan sebelum penyerangan pasukan ke Markas
Besar Angkatan Laut Belanda.
Selanjutnya
buku karya dari Hoeda Manis [7]
yang menuliskan mengenai peristiwa disamping Operasi Trikora yaitu Pertempuran
Laut Arufu. Dari pertempuran yang bisa dibilang singkat itu telah menewaskan
Komodor Yos Sudarso karena 3 kapal milik Indonesia yaitu KRI Macan Kumbang, KRI
Macan Tutul dan KRI Harimau dihujani peluru dan bom oleh pesawat patroli
Belanda. Namun KRI Macan Tutul menjadikan dirinya sebagai sasaran tembak
pesawat patroli agar kapal yang lainnya bisa menyelamatkan diri. Keputusan itu
dilakukan karena kekuatan yang tidak seimbang antara Indonesia dan Belanda yang
mengakibatkan Angkatan Laut Indonesia memilih mundur.
Bima Tri Radicta[8]
menuliskan dalam jurnalnya mengenai dampak KRI Pasopati 410 dalam turut
sertanya pada pembebasan Irian Barat. Ia juga menerangkan tentang latar belakang kerja sama
pembelian alutsista kapal selam kepada pemerintah Uni Soviet atas persetujuan dari Menteri Keamanan Nasional
saat itu, Jendral Nasution dengan tujuan untuk memperkuat persenjataan dalam
melawan Belanda.
Diterangkan juga struktur organisasi dari Komando Mandala dengan Maj. Djen. Soeharto sebagai Panglima. Dan juga latar belakang
terjadinya operasi trikora.
Dalam
Seri Text-Book Sejarah ABRI karangan Drs. M. Cholil[9] menjelaskan tentang
kekuatan angkatan bersenjata Belanda di Irian Barat. Ada juga dasar-dasar
pertahan Belanda di Irian Barat. Dibuku ini juga dibahas tetang Operasi Jaya
Wijaya serta penyerahan pemerintahan Irian Barat ke Indonesia pada tahun 1963
oleh PBB.
Dijelaskan
juga di Monkasel[10]
tentang semua komandan KRI Pasopati 410 dari tahun pertama bergabungnya di
KORPS Hiu Kencana tahun 1961 sampai berakhirnya tugas kapal selam ini pada
tahun 1990. Tercatat ada 14 orang yang pernah menjadi Komanda KRI Paspati 410.
Dari Komandan pertamanya yaitu Kapten Laut Jassin Sudirjo dengan masa jabatan
1962-1965, dan yang terakhir ialah Mayor Laut Imam Zacky NP dengan masa jabatan
1988-1989.
Jika
berkunjung ke Monkasel pastinya anda akan ditawari untuk menonton video rama
dari KRI Pasopati 410 dan juga Operasi Trikora. Selama pemutaran video anda
akan diberi banyak sekali informasi antara lain operasi
pengintaian dan penyusupan ke daerah musuh, dikenal dengan Operasi Antaraja,
Jaya Wijaya 1, Cakra 1, Alugoro, Jaya Wijaya 2 dengan mendaratkan pasukan di
Tanah Merah, Irian Barat. Kapal selam sebagai alutsista Indonesia kepada Uni
Soviet selain KRI Pasopati 410 ialah 2 kapal selam jenis Whiskey Class yang diberi nama RI Cakra dan RI Naga. Dilanjut dari
Januari sampai Desember 1962 berturut-turut
10 buah kapal selam tiba di Surabaya
dari Uni Soviet antara lain RI Naga Banda, RI Candrasa, RI Trisula, RI
Nagarangsa, RI Jayadanu, RI Hendra Jala, RI Bramasta, RI Pasopati, RI
Cundamani, dan RI Alugoro.
F. Manfaat
Penelitian
Manfaat
dari penelitian ini ialah dapat mengetahui sejrah tentang operasi Trikora dan
KRI Pasopati 410 serta peranannya dalam pembebasan Irian Barat dari Belanda.
Serta dapat membuktikan dari buku-buku bahwa Indonesia memiliki pertahanan
maritime yang kuat untuk melawan Belanda.
Serta semangat para pejuang bukan hanya merebut kemerdekaan saja namun
dalam mempertahankan kemerekaan pun mereka tetap semangat dan rela bertaruh
nyawa demi bersatunya NKRI. Manfaat penelitian ini bagi peneliti sendiri ialah
dapat mengetahui sejarah yang sangat luar biasa di balik kapal selam yang
sekarang sudah tidak digunakan lagi, namun tetap dijadikan bukti sejarah yang
nyata kepada masyarakat luas karena telah dialih fungsikan menjadi objek
wisata.
Sejarah yang menunjukkan betapa hebatnya Angakatan
Laut Indonesia meskipun masih tergolong negara yang baru mereka. Peneliti
harapkan ini bisa menjadi cerminan untuk Angkatan Laut Indonesia yang sekarang
agar semakin memajukan kinerjanya dan menambah semangat mereka lagi untuk
menjaga NKRI dari ancaman dunia luar.
G.
Metode Penelitian
Untuk dapat merekonstruksi suatu peristiwa sejarah
diperlukan serangkaian proses atau prosedur tertentu yang disebut metode
sejarah. Metode sejarah adalah cara-cara, langkah-langkah atau prosedur di
bidang keilmuan sejarah dalam rangka merekonstruksi jejak dan fakta peristiwa
sejarah sehingga menghasilkan narasi atau tulisan sejarah. Metode sejarah
meliputi pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan
sintesis atau rekonstruksi sejarah.
Setelah
memilih topic mengenai KRI Pasopati 410 tahun 1961-1962, tahap selanjutnya
ialah tahap pengmpulan sumber sejarah ( heuristic ). Sumber-sumber tersebut dapat berupa
sumber tertulis, tidak tertulis (artefak, foto, bangunan/benda) ataupun sumber
lisan. Pada penelitian ini, sumber yang digunakan adalah sumber tertulis yang
didapatkan dari buku – buku, skripsi
maupun jurnal yang berkaitan dengan Operasi Trikora dan KRI Pasopati 410, dan
juga mendatangi langsung Monumen Kapal Selam.
Buku,
jurnal, dan skripsi mengenai Operasi Trikora dan KRI Pasopti 410 dapat
ditemukan di Badan Arsip Daerah dan Perpstakaan Sidoarjo, dan dapat mengunduh
jurnal di EJurnal Universitas Negeri Surabaya. Untuk video rama dan daftar nama
komandan dapat dilihat langsung di Monumen Kapal Selam Surabaya.
Setelah
semua sumber dikumpulkan, proses selanjutnya adalah verifikasi. Tahap
verifikasi terdiri dari dua macam yaitu verifikasi untuk menentukan otentisitas
atau keaslian sumber dan verifikasi untuk menentukan kredibilitas sumber. Untuk
menentukan keaslian sumber dilakukan kritik ekstern yang mencakup terhadap
bahan, tinta, huruf dan gaya bahasa sumber, sedangkan untuk menentukan
kredibilitas sumber dilakukan kritik terhadap isi sumber yang dibandingkan
dengan sumber-sumber lain yang sezaman. Karena untuk melakukan kritik ekstern
membutuhkan waktu yang cukup panjang, maka dengan kritik intern dirasa sudah
cukup.
Langkah berikutnya adalah intepretasi yang melibatkan analisis dan imajinasi
sejarawan. Penulisan ini menggunakan metode penulisan sejarah yang bersifat
deskriptif-naratif.
H. Sistematika
Penelitian
Berdasarkan proposal penelitian ini penulis
menyajikan beberapa bab dengan sistematika yang antara lain sebagai berikut:
Bab
1 adalah pendahuluan berfungsi sebagai acuan dalam melaksanakan penelitian.
Pada bab ini berisikan mekanisme penelitian, antara lain latar belakang yang
berisi tentang alasan mengapa penulis memilih suatu topik untuk diteliti,
batasan masalah yang berfungsi sebagai pembatas bahasan yag akan dikaji agar
tidak penulisan ini leih focus kepada masalah tersebut, rumusan masalah yang
berisi tentang pertanyaan penulis tentang topik ini sehingga penulis ini
memecahkannya, tujuan penelitian yang berisi tentang tujuan penulis melakukan
penelitian terhadap suatu topik, manfaat penelitian yang berisi tentang apa
saja manfaat yang dapat diambil oleh pembaca setelah membaca penelitian yang
dibuat oleh penulis. Kajian Pustaka yang berisi tentang uraian mengenai
gambaran atau penjelasan dari Operasi Trikora dan peran KRI Pasopati 410 di
dalam operasi tersebut. Selanjutnya ialah metodologi penelitian yang merupakan
langkah –langkah untuk menulis laporan hasil sejarah. Di bab ini juga berfungsi
untuk memudahkan untuk menyusun laporan hasil penelitian yang sudah dikaji
sebelumnya.
Bab
2 menjelaskan tentang fungsi KRI
Pasopati 410 dalam Operasi Trikora untuk pembebasan Irian Barat.
Bab
3 ialah bab lanjutan dari bab 2 untuk menjelaskan tentang alasan yang
menjadikan KRI Pasopati 410 masuk dalam jajaran KORPS Hiu Kencana dalam
pembebasan Irian Barat.
Bab
4, bab ini ialah bab penutup dari penelitian ini. Peneliti akan menyimpulkan
tentang keseluruhan isi dari laporan penelitian ini.
DAFTAR PUSTAKA
Sutarto.2008.IPS untuk SMP/MTS kelas IX.Jakarta.Pusat Perbukuan Departemen
Pendidikan Nasional.
V.B.Sundari, dkk.2009.Mandiri IPS TERPADU
jilid 3 untuk SMP/MTS kelas
IX.Jakarta.Penerbit
Erlangga
Radicta, Bima, Tri.2016.Peran Kapal Selam KRI Pasopati 410 Dalam
Satuan
KORPS Hiu Kencana Pada Operasi Trikora Merebut Irian
Jaya, 1961-
1963.Surabaya.Universitas
Negeri Surabaya Jurusan Pendidikan Sejarah
Fakultas Ilmu
Sosial dan Hukum
Manis, Hoeda.2013.Sejarah dan Pengetahuan Dunia Abad 20.Yogyakarta.Trans
Idea Publishing
Cholil, M, Drs. 1979.Sejarah Operasi-Operasi Pembebasan Irian
Barat Departemen Pertahanan- Keamanan Pusat Sejarah ABRI.
Komandan TNI AL Kawasan Timur Satuan
Kapal Selam.
