Selasa, 22 November 2016

Peran KRI Pasopati 410 dalam Operasi Trikora, 1961-1963


Peran KRI Pasopati 410 Dalam Pembebasan
Irian Barat, 1961-1963
Proposal Penelitian
                                                                                         
Description: Description: unnamed (3)




Mayang Pramesti
X IPS 3
19



Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo
SMA NEGERI 1 SIDOARJO
2016











DAFTAR ISI
DAFTAR ISI………………………………………………………………... i
BAB 1
A.    Latar Belakang……………………………………………… 1
B.     Batasan Masalah……………………………………………. 3
C.     Rumusan Masalah………………………………………….. 3
D.    Tujuan Penelitian…………………………………………… 3
E.     Kajian Pustaka……………………………………………… 3
F.      Manfaat Penelitian………………………………………….. 6
G.    Metode Penelitian…………………………………………... 6
H.    Sistematika Penelitian………………………………………. 8
DAFTAR PUSTAKA…………………………….…………………………. 9




BAB 1
Pendahuluan
A.    Latar Belakang
            Telah kita ketahui, Indonesia telah di jajah oleh Belanda sekitar 350 tahun lamanya. Alasan Belanda datang ke Indonesia adalah berdagang rempah-rempah yang dihasilkan oleh Inodnesia. Dari berdagang itulah muncul niat untuk menguasai Indoneisa karena kaya akan rempah – rempah yang saat itu harga rempah – rempah di Eropa sangat mahal. Berbagai cara dilakukan Belanda untuk menguasai Indonesia mulai dari mengadu domba para raja saat itu, memonopoli harga rempah – rempah yang petani jual ke Belanda, hingga pada akhirnya Belanda menguasai Indonesia.
            Sampai pada akhirnya Indonesia berhasil meraih kemerdekaanya dari Jepang karena Jepang kalah perang dengan sekutu dan hancurnya Nagasaki serta Hirosima. Dengan merdekanya bangsa Indonesia bukan semata-mata Indonesia tidak ada tanggungan lagi. Ada satu tanggung jawab yang sama beratnya dengan meraih kemerdekaan Indonesia yaitu, mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
                        Salah satu bentuk perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan adalah prjuangan diplomasi, yakni perjuangan melalui meja perundingan. Ketika Belanda ingin menanamkan kembali kekuasaannya ternyata selalu mendapatkan perlawanan dari bangsa Indonesia. Oleh karena itu pemimpin Sekutu berusaha mempertemukan antara pemimpin Indonesia dengan Belanda melalui perundingan – perundingan salah satunya ialah Konferensi Meja Bundar ( KMB )[1] yang akhirnya menghasilkan Trikora sebagai dampak dari Irian Barat yang dijadikan ‘ Negara Boneka’ oleh Belanda karena tidak terselesaikannya pemindahan Irian Barat ke Indonesia sesuai dengan hasil KMB yaitu satu tahun setelah pengakuan kedaulatan. [2]
            Dengan dikeluarkannya Trikora maka mulailah konfrontasi total terhadap Belanda dan pada bulan Januari 1962 pemerintah membentuk Komando Mandala Pembebasan Irian Barat yang berkedudukan di Makasar. Dengan tugas pokok yaitu pengembangan operasi-operasi militer dengan tujuan pengembangan wilayah Irian Barat ke dalam kekuasaan Negara Republik Indonesia. Dalam operasi yang dipimpin oleh Jendral Soeharto sebagai Panglima Komandan Mandala, tahap pertama dari operasi ini adalah perencanaan penyusupan pasukan. Lalu dilanjutkan dengan merencanakan serangan terbuka terhadap induk militer dan pos pos pertahanan. Setelah rencana tersebut matang dilanjutkan dengan rencana penegakan kekuasaan RI di Irian Barat secara mutlak. [3]
            Indonesia sebagai negara yang masih baru merdeka pastinya belum memiliki persenjataan yang lengakap untuk melawan Belanda untuk merebut Irian Barat. Akhirnya Indonesia membeli persenjataan, perlengkapan, dan perbekalan kepada Uni Soviet senilai 2,5 milyar dollar AS dengan pembayaraan sistem kredit jangka panjang. Dari pembelian itu Indonesia mendapatkan 12 kapal selam termasuk kapal selam tipe Whiskey Class Pasopati 410.  KRI Pasopati adalah kapal selam  tahun buatan Uni Suviet tahun 1952 yang mulai beroperasi sebagai kapal selam di jajaran TNI AL pada tahun 1962. KRI Pasopati dengan nomor lambung 410 ini memiliki ukuran 76,6 meter, lebar 6,30 meter dan mampu menyelam sampai kedalaman 300 meter dengan  berat penuh 1.300 ton.[4]   
            Berangkat dari latar belakang yang seperti itu, penulis ingin meneliti tentang KRI Pasopati 410 dalam pembebasan Irian Barat tahun 1961-1963 yang turut berperan aktiv di KORPS Hiu Kencana dala Operasi Trikora.
B. Batasan Masalah
            Dalam penelitian ini penulis mengambil peran kapal selam ini dalam Operasi Trikora sebagai batasan masalahnya. Ini dilakukan untuk memberikan focus penelitian yang lebih terperinci dan detail. Dengan batasan masalah yang demikian, peran kapal selam dan masuknya kapal selam ke KORPS Hiu Kencana ini lah yang menjadi pembahasan saat Operasi Trikora terjadi. 
C. Rumusan Masalah
1.      Apa fungsi KRI Pasopati 410 dalam Operasi Trikora?.
2.      Apa alasan TNI AL untuk memasukkan KRI Pasopati 410 ke KORPS Hiu Kencana dalam menjalankan Operasi Trikora?.
D. Tujuan Penelitian
            Dalam penelitian ini tujuan yang ingin dicapai ialah menjelaskan dan menganalisis mengenai peran KRI Pasopati 410 dalam pembebasan Irian Barat. Penelitian ini memberikan alasan pemakaian KRI Pasopati  410 dalam pembebasan Irian Barat. Dengan penelitian ini, akan menambah pengetahuan serta pemahaman mengenai sejarah KRI Pasopati 410 dan perannya dalam Operasi Trikora 1961-1963.
E. Kajian Pustaka
            Pustaka yang disertakan pada bagian ini adalah beberapa tulisan yang berkaitan tentang KRI Pasopati 410 khususnya. Tinjauan pustaka sangat diperlukan dalam penelitian ini untuk melihat perbedaan antara penelitian yang akan dikaji dengan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya.
            Adanya tulisan – tulisan tentang Operasi Tikora dan KRI Pasopati 410 diantaranya adalah buku karya Sutarto[5] dan B.V Sundari[6] mengenai perjuangan merebut kembali Irian Barat dari Belanda melalui jalur konfrontasi militer. Pada kedua buku juga membahas tahapan sebelum penyerangan pasukan ke Markas Besar Angkatan Laut Belanda.
            Selanjutnya buku karya dari Hoeda Manis [7] yang menuliskan mengenai peristiwa disamping Operasi Trikora yaitu Pertempuran Laut Arufu. Dari pertempuran yang bisa dibilang singkat itu telah menewaskan Komodor Yos Sudarso karena 3 kapal milik Indonesia yaitu KRI Macan Kumbang, KRI Macan Tutul dan KRI Harimau dihujani peluru dan bom oleh pesawat patroli Belanda. Namun KRI Macan Tutul menjadikan dirinya sebagai sasaran tembak pesawat patroli agar kapal yang lainnya bisa menyelamatkan diri. Keputusan itu dilakukan karena kekuatan yang tidak seimbang antara Indonesia dan Belanda yang mengakibatkan Angkatan Laut Indonesia memilih mundur.
Bima Tri Radicta[8] menuliskan dalam jurnalnya mengenai dampak KRI Pasopati 410 dalam turut sertanya pada pembebasan Irian Barat. Ia juga menerangkan tentang latar belakang kerja sama pembelian alutsista kapal selam kepada pemerintah Uni Soviet atas persetujuan dari Menteri Keamanan Nasional saat itu, Jendral Nasution dengan tujuan untuk memperkuat persenjataan dalam melawan Belanda. Diterangkan juga struktur organisasi dari Komando Mandala dengan  Maj. Djen. Soeharto sebagai Panglima. Dan juga latar belakang terjadinya operasi trikora.
            Dalam Seri Text-Book Sejarah ABRI karangan Drs. M. Cholil[9] menjelaskan tentang kekuatan angkatan bersenjata Belanda di Irian Barat. Ada juga dasar-dasar pertahan Belanda di Irian Barat. Dibuku ini juga dibahas tetang Operasi Jaya Wijaya serta penyerahan pemerintahan Irian Barat ke Indonesia pada tahun 1963 oleh PBB.
            Dijelaskan juga di Monkasel[10] tentang semua komandan KRI Pasopati 410 dari tahun pertama bergabungnya di KORPS Hiu Kencana tahun 1961 sampai berakhirnya tugas kapal selam ini pada tahun 1990. Tercatat ada 14 orang yang pernah menjadi Komanda KRI Paspati 410. Dari Komandan pertamanya yaitu Kapten Laut Jassin Sudirjo dengan masa jabatan 1962-1965, dan yang terakhir ialah Mayor Laut Imam Zacky NP dengan masa jabatan 1988-1989.
            Jika berkunjung ke Monkasel pastinya anda akan ditawari untuk menonton video rama dari KRI Pasopati 410 dan juga Operasi Trikora. Selama pemutaran video anda akan diberi banyak sekali informasi antara lain operasi pengintaian dan penyusupan ke daerah musuh, dikenal dengan Operasi Antaraja, Jaya Wijaya 1, Cakra 1, Alugoro, Jaya Wijaya 2 dengan mendaratkan pasukan di Tanah Merah, Irian Barat. Kapal selam sebagai alutsista Indonesia kepada Uni Soviet selain KRI Pasopati 410 ialah 2 kapal selam jenis Whiskey Class yang diberi nama RI Cakra dan RI Naga. Dilanjut dari Januari sampai Desember 1962 berturut-turut  10 buah kapal selam tiba di Surabaya  dari Uni Soviet antara lain RI Naga Banda, RI Candrasa, RI Trisula, RI Nagarangsa, RI Jayadanu, RI Hendra Jala, RI Bramasta, RI Pasopati, RI Cundamani, dan RI Alugoro.
F. Manfaat Penelitian
            Manfaat dari penelitian ini ialah dapat mengetahui sejrah tentang operasi Trikora dan KRI Pasopati 410 serta peranannya dalam pembebasan Irian Barat dari Belanda. Serta dapat membuktikan dari buku-buku bahwa Indonesia memiliki pertahanan maritime yang kuat untuk melawan Belanda.  Serta semangat para pejuang bukan hanya merebut kemerdekaan saja namun dalam mempertahankan kemerekaan pun mereka tetap semangat dan rela bertaruh nyawa demi bersatunya NKRI. Manfaat penelitian ini bagi peneliti sendiri ialah dapat mengetahui sejarah yang sangat luar biasa di balik kapal selam yang sekarang sudah tidak digunakan lagi, namun tetap dijadikan bukti sejarah yang nyata kepada masyarakat luas karena telah dialih fungsikan menjadi objek wisata.
Sejarah yang menunjukkan betapa hebatnya Angakatan Laut Indonesia meskipun masih tergolong negara yang baru mereka. Peneliti harapkan ini bisa menjadi cerminan untuk Angkatan Laut Indonesia yang sekarang agar semakin memajukan kinerjanya dan menambah semangat mereka lagi untuk menjaga NKRI dari ancaman dunia luar.
G. Metode Penelitian
            Untuk dapat merekonstruksi suatu peristiwa sejarah diperlukan serangkaian proses atau prosedur tertentu yang disebut metode sejarah. Metode sejarah adalah cara-cara, langkah-langkah atau prosedur di bidang keilmuan sejarah dalam rangka merekonstruksi jejak dan fakta peristiwa sejarah sehingga menghasilkan narasi atau tulisan sejarah. Metode sejarah meliputi pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan sintesis atau rekonstruksi sejarah.
            Setelah memilih topic mengenai KRI Pasopati 410 tahun 1961-1962, tahap selanjutnya ialah tahap pengmpulan sumber sejarah ( heuristic ). Sumber-sumber tersebut dapat berupa sumber tertulis, tidak tertulis (artefak, foto, bangunan/benda) ataupun sumber lisan. Pada penelitian ini, sumber yang digunakan adalah sumber tertulis yang didapatkan dari buku – buku,  skripsi maupun jurnal yang berkaitan dengan Operasi Trikora dan KRI Pasopati 410, dan juga mendatangi langsung Monumen Kapal Selam.
            Buku, jurnal, dan skripsi mengenai Operasi Trikora dan KRI Pasopti 410 dapat ditemukan di Badan Arsip Daerah dan Perpstakaan Sidoarjo, dan dapat mengunduh jurnal di EJurnal Universitas Negeri Surabaya. Untuk video rama dan daftar nama komandan dapat dilihat langsung di Monumen Kapal Selam Surabaya. 
            Setelah semua sumber dikumpulkan, proses selanjutnya adalah verifikasi. Tahap verifikasi terdiri dari dua macam yaitu verifikasi untuk menentukan otentisitas atau keaslian sumber dan verifikasi untuk menentukan kredibilitas sumber. Untuk menentukan keaslian sumber dilakukan kritik ekstern yang mencakup terhadap bahan, tinta, huruf dan gaya bahasa sumber, sedangkan untuk menentukan kredibilitas sumber dilakukan kritik terhadap isi sumber yang dibandingkan dengan sumber-sumber lain yang sezaman. Karena untuk melakukan kritik ekstern membutuhkan waktu yang cukup panjang, maka dengan kritik intern dirasa sudah cukup. Langkah berikutnya adalah intepretasi yang melibatkan analisis dan imajinasi sejarawan. Penulisan ini menggunakan metode penulisan sejarah yang bersifat deskriptif-naratif.
H. Sistematika Penelitian
Berdasarkan proposal penelitian ini penulis menyajikan beberapa bab dengan sistematika yang antara lain sebagai berikut:
            Bab 1 adalah pendahuluan berfungsi sebagai acuan dalam melaksanakan penelitian. Pada bab ini berisikan mekanisme penelitian, antara lain latar belakang yang berisi tentang alasan mengapa penulis memilih suatu topik untuk diteliti, batasan masalah yang berfungsi sebagai pembatas bahasan yag akan dikaji agar tidak penulisan ini leih focus kepada masalah tersebut, rumusan masalah yang berisi tentang pertanyaan penulis tentang topik ini sehingga penulis ini memecahkannya, tujuan penelitian yang berisi tentang tujuan penulis melakukan penelitian terhadap suatu topik, manfaat penelitian yang berisi tentang apa saja manfaat yang dapat diambil oleh pembaca setelah membaca penelitian yang dibuat oleh penulis. Kajian Pustaka yang berisi tentang uraian mengenai gambaran atau penjelasan dari Operasi Trikora dan peran KRI Pasopati 410 di dalam operasi tersebut. Selanjutnya ialah metodologi penelitian yang merupakan langkah –langkah untuk menulis laporan hasil sejarah. Di bab ini juga berfungsi untuk memudahkan untuk menyusun laporan hasil penelitian yang sudah dikaji sebelumnya.
            Bab 2  menjelaskan tentang fungsi KRI Pasopati 410 dalam Operasi Trikora untuk pembebasan Irian Barat.
            Bab 3 ialah bab lanjutan dari bab 2 untuk menjelaskan tentang alasan yang menjadikan KRI Pasopati 410 masuk dalam jajaran KORPS Hiu Kencana dalam pembebasan Irian Barat.
            Bab 4, bab ini ialah bab penutup dari penelitian ini. Peneliti akan menyimpulkan tentang keseluruhan isi dari laporan penelitian ini.
DAFTAR PUSTAKA
Sutarto.2008.IPS untuk SMP/MTS kelas IX.Jakarta.Pusat Perbukuan Departemen
Pendidikan Nasional.
V.B.Sundari, dkk.2009.Mandiri IPS TERPADU jilid 3 untuk SMP/MTS kelas
         IX.Jakarta.Penerbit Erlangga
Radicta, Bima, Tri.2016.Peran Kapal Selam KRI Pasopati 410 Dalam Satuan
KORPS Hiu Kencana Pada Operasi Trikora Merebut Irian Jaya, 1961-
1963.Surabaya.Universitas Negeri Surabaya Jurusan Pendidikan Sejarah
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum
Manis, Hoeda.2013.Sejarah dan Pengetahuan Dunia Abad 20.Yogyakarta.Trans
Idea Publishing
Cholil, M, Drs. 1979.Sejarah Operasi-Operasi Pembebasan Irian Barat Departemen Pertahanan- Keamanan Pusat Sejarah ABRI.

Komandan TNI AL Kawasan Timur Satuan Kapal Selam.




            1. Sutarto.2008.IPS untuk SMP/MTS kelas IX.Jakarta.Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Hlm : 63
                2. Ibid
                3. V.B.Sundari, dkk.2009.Mandiri IPS TERPADU jilid 3 untuk SMP/MTS kelas IX.Jakarta.Penerbit Erlangga.Hlm : 116
                4. Radicta, Bima, Tri.2016.Peran Kapal Selam KRI Pasopati 410 Dalam Satuan KORPS Hiu Kencana Pada Operasi Trikora Merebut Irian Jaya, 1961-1963.Surabaya.Universitas Negeri Surabaya Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum
5. Sutarto.2008.IPS untuk SMP/MTS kelas IX.Jakarta.Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
            6. V.B.Sundari.2009.Mandiri IPS TERPADU jilid 3 untuk SMP/MTS kelas IX.Jakarta.Penerbit Erlangga.
                7. Manis, Hoeda.2013.Sejarah dan Pengetahuan Dunia Abad 20.Yogyakarta.Trans Idea Publishing.
8. Radicta, Bima, Tri.2016.Peran Kapal Selam KRI Pasopati 410 Dalam Satuan KORPS Hi Kencana Pada Operasi Trikora Merebut Irian Jaya, 1961-1963.Surabaya.Universitas Negeri Surabaya Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum
                9. Cholil, M, Drs. 1979.Sejarah Operasi-Operasi Pembebasan Irian Barat.Departemen Pertahanan- Keamanan Pusat Sejarah ABRI.
                10. Komandan TNI AL Kawasan Timur Satuan Kapal Selam.